Alasan Mengapa Bisnis Properti


Bisnis properti belum lama ini menjadi booming. Berbagai seminar, ebook bertebaran di mana-mana :) , seakan-akan ada “revolusi” kepemilikan bisnis dalam bidang ini. Kalau dulu mungkin bisnis properti adalah milik “kasta tertentu”, namun saat ini menjadi lebih “merakyat”. benarkah demikiah?lihat sendiri saja yaaa di TKP ? :)

Btw, terlepas dari isu-isu di atas, ada beberapa alasan mengapa memilih bisnis properti ? Setidak-tidaknya ada 4 alasan :

1.    Kebutuhan PRIMER

Saat SD kita sering diajarkan tentang 3 kebutuhan pokok atau primer, yaitu pangan, sandang dan papan. Papan atau properti sudah menjadi kebutuhan primer sejak jaman dahulu. Apalagi sekarang sudah bukan jaman batu dimana kita harus tinggal di atas pohon atau di gua-gua. Bisa gatal-gatal digigit semut bos, he..he..he…

Infonya, menurut data dari Kementerian Perumahan Rakyat bahwa pada tahun 2008 tingkat kebutuhan rumah sudah mencapai 1.2 juta unit per tahun. Setiap tahun meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk.

Jenis pasar terbesar berada di segmentasi menengah ke bawah, yaitu sebesar 70% dan baru dipenuhi oleh swasta hanya sebesar 15 % saja. Apalagi tidak semua orang butuh rumah untuk dihuni. Ada yang ingin untuk kebutuhan investasi yang menguntungkan , lindung nilai dan sebagainya. Apapun alasannya, ini adalah sebuah peluang.

2.    Harga Properti Cenderung Naik

Hal ini sepertinya sudah menjadi rahasia umum. Anda bisa mencoba menanyakan ke lingkungan sekitar anda. Inflasi rata-rata di Indonesia untuk properti sekitar 10%. Mohon diingat, rata-rata di seluruh Indonesia lho ya…

Seandainya mau mengamati lebih detil pada masing-masing daerah atau kota, angkanya akan berbeda. Misal, di Jogja pada kondisi normal bisa mencapai 30% atau Bali, Batam dan kota lainnya. Apresiasi properti terjadi selain karena dipicu faktor waktu seperti di atas, juga dipicu oleh ketersediaan lahan dan permainan harga jual (pricing strategy games) oleh pengembang.

Selain itu Faktor kecilnya ketersediaan lahan baik secara fisik seperti di kota-kota besar yang langka akan lahan kosong atau karena kebijakan dari pemerintah yang membatasi penggunaan lahan untuk perumahan membuat harga properti membumbung tinggi.

Contohnya seperti di Kabupaten Sleman yang membatasi ijin perumahan sehingga mendongkrak harga jual tanah dibandingkan dengan Kabupaten Bantul yang terbuka untuk ijin perumahan.

Seandainya apresiasi properti tidak terjadi, apakah bisnis properti masih menguntungkan? Ya, anda masih bisa mengandalkan dari arus kas dari properti tersebut dan amortisasi (pembayaran hipotek).

3.    Dapat dimiliki TANPA Menggunakan UANG SENDIRI

Strategi investasi properti dengan meminimalkan modal sendiri dapat anda baca di buku-buku investasi properti yang ada. Sedangkan strategi yang diterapkan oleh pengembang properti adalah negosiasi pembayaran lahan atau menggandeng pemilik lahan sebagai mitra.

4.    LINDUNG NILAI atas BISNIS yang Ada

Menjual aset properti bisa anda gunakan untuk mengurangi kerugian atas bisnis kita lainnya. Logika ini yang diterapkan oleh perbankan ketika meminta agunan berupa properti. Ketika anda tidak membayar hutang maka properti anda akan disita dan dijual.

Lalu, apa alasan Anda memilih bisnis properti? :)

Dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s